Nama : Yusrifa
Nim : 50100116098
Kelas/Semester : KPI C / Semester 3

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Nama saya Yusrifa biasa dipanggil Rifa umur 19 tahun asal Bulukumba tapi sebenarnya kampung saya ada 2 yaitu Toraja dan Bulukumba jadi ujung ketemu ujung yang dimana keduanya memiliki wisata yang banyak dan indah juga budaya yang begitu kental. Saya kuliah di UIN ALAUDDIN MAKASSAR jurusan KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM semester 3. Disemester 3 ini, saya belajar mata kuliah KOMUNIKASI LINTAS AGAMA DAN BUDAYA (KLAB) yaitu pengalihan informasi dari seorang yang beragama dan berkebudayaan lain, tujuanya adalah menyadari bias agama dan budaya, dan lebih peka secara agama dan budaya KLAB ini mengajarkan bahwa bagaimana kita menghargai satu sama lain walaupun kita berbeda agama dan budaya tapi kita tetap saudara.
Dalam mata kuliah KLAB ini saya diajar oleh dosen andalan kami yaitu DR.SUF KASMAN. M. AG, biasanya di panggil pak Suf. Pak Suf ini orangnya tegas tapi baik ontime, pak Suf selalu melatih saya bagaimana cara saya agar tidak gugup didepan umum. Pak Suf selalu menekankan saya supaya terus menjawab atau bertanya di dalam mata kuliah KLAB  awal pertama masuk di kelas pak Suf janji kami finalnya di Toraja karena berkaitan dengan mata kuliah tentang komunikasi lintas agama dan budaya. Jadi jauh hari kita sudah mempersiapkan diri untuk final di Toraja. Disetiap pak memberikan materi itu semua cepat saya tangkap karna saya suka cara bapak menjelaskan, karena pak Suf juga orangnya suka bercanda.
Biasanya juga kami berdebat dengan bapak tentang materi yang di berikan di sinilah keseruan di mana semua pendapat teman-teman itu keluar, nah inilah yang disukai oleh pak Suf. Pak Suf suka orang yang aktif berbicara. Nah tibalah dimana pak merencanakan untuk membawa kami seangkatan untuk Study Tour di Toraja. Sebelum kita berangkat ke Toraja kita lakukan rapat seangkatan untuk pemilihan ketua panitia, sekertaris dan bendahara agar lancarnya kegiatan kami.
Rapat pertama kita membahas tentang dana, perorang itu 300 ribu tapi diluar komsumsi, nah disini banyak teman-teman yang tidak setuju kaerna  menurut mereka itu terlalu mahal. Tapi panitia menjelaskan bahwa 300 itu sudah termasuk biaya penginapan dan bus. Dan Alhamdulillah semua teman-teman mengerti. Selanjutnya kami membahas tentang penginapan dan bus, kebetulan saya dipercayakan untuk mencari penginapan  yang tidak jauh dari tempat wisata yang akan kami kunjungi, saya mencoba untuk menghubungi tante saya agar membantu saya mencari penginapan. Tante saya pun mau membantu saya,.
Sabtu 16 Desember 2017, adalah hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh kawan Lensa (nama angkatan). LENSA (Leader, Eminent, New Solidarity) yang artinya Pemimpin, tangguh, solidaritas baru, itulah sedikit penjelasan atau makna dari nama Angkatan KPI (KomunikasiPenyiaranIslam) 2016. Hari itu merupakan rencana yang sudah sejak beberapa bulan yang lalu direncanakan, dan Alhamdulillah bisa kesampaian. 4 bus cukuplah mengangkut 1 angkatan yang jumlahnya sekitar 117 orang. Dari 117 orang ini sesuai dengan kesepakatan hasil rapat sebelumnya kami harus sudah berkumpul. Sekitar jam 2 siang dan berangkat jam 3, tetapi seperti yang kita ketahui orang Indonesia ngaretnya kebangetan. Jadi berangkatnya lumayan tidak sesuai ekspektasi. Sekitar jam 4 sore kami sudah memulai perjalanan. Perjalanan yang sangat menyenangkan diiringi dengan music di bus. Tawa yang meledak-ledak seperti menandakan tak punya masalah hidup, teman-teman pun seakan-akan bergantian. Menjadi pelawak dadakan dalam bus hanya untuk mencairkan suasana yang terlihat, bahkan mulut tak ada hentinya mengeluarkan bunyi entah itu suara lelucon. Bahkan di sertai kunyahan berbagai macam produk makanan. Bagaimana tidak Satu Kepala  mengeluarkan makanan langsung dikerumuni oleh puluhan  kepala dalam bus. Udah keliatan  nih rombongan semut merah. Kuintip langit dari arah kaca jendela bus.
Hari mulai petang suara adzan pun mulai berkumandang dari arah masjid, menandakan waktu sholat magrib telah tiba, 4 bus pariwisata yang kami tumpangii berhenti di salah satu masjid. Kami pun menyegerakan melaksanakan sholat magrib, begitu pun saat waktu shalat isyah, lagi-lagi kami menghentikan perjalanan saat panggilan shalat tiba. Perjalanan dilanjutkan kembali. Beberapa jam  kemudian ,suasana mulai sepi .Terlihat dari arah depan sopir sudah mulai memasang mata sayup seperti dedaunan yang ditiup angin semili semilir, muka harga Rp500 mulai terlihat diwajah masing-masing .Ketika suasana mulai hening ,ada-ada saja salah satu teman yang mulai menghidupkan suasana. Pantat sudah mulai memanas duduk berjam jam, sesekali saya pun berdiri mengistirahatkan pinggul yang mulai tegang. Inikah yang namanya lelah? Jam sudah menunjukkan pukul 10.00, saatnya mulut istirahat bericara.
Saya  pun tertidur lelap seperti dibius layaknya pasien rumah sakit, begitu pun dengan teman-teman lainnya dalam bus. Bus berhenti, saya terbangun sesaat menanyakan kenapa bus tiba-tiba berhenti. Ternyata sedang menjemput bapak dosen yang kebetulan hari itu tidak sempat ikut dalam bus dari Makassar, dikarenakan beliau ada acara di daerah  Rappang. Saya, Eka, Asni, Devi dan Bagus merencanakan untuk memberikan surprise kepada Gita, setelah lama menunggu akhirnya pak Suf datang dan kita semua melanjutkan perjalan. Saya pun melanjutkan tidur dan tidak terasa sampai di Enrekang untuk istirahat. Nah disinilah saya dan teman-teman memberikan surprise ke Gita yang di mana umurnya sudah 20 tahun.
Gita pun kaget dan sangat senang, yang paling lucu semua teman-teman ngakak gara-gara Endy yang tertidur pulas  itu kaget sampai-sampai dia yang mau meniup lilin kue ulang tahun Gita. Kami pun melanjutkan perjalanan. Perjalanan ini masih cukup panjang untuk sampai ke Tanah Toraja, perkiraan kita sampai di sana sekitar jam 5 Subuh. Kuintip keluar jendela kaca mobil. Jalanan sangat sepi, kiri kanan kulihat jurang yang amat dalam, tikungan berkelok-kelok menyerupai Ular, cukup menakutkan. Mataku kembali terang melihat dan memperhatikan sekeliling luar bus. Sepanjang perjalanan, jalanan yang berliku-liku untuk bisa mencapai tujuan.
Sambil memperhatikan luar jalanan beberapa jam, mata sudah mulai tidak bisa diajak  kompromi  seiring berjalannya waktu tak terasa kita sudah memasuki gerbang tanah Toraja, tapi masih ada 2 jam untuk sampai di tempat tujuan, saya pun tetap melanjutkan tidur, dan tak terasa kita sudah sampai di tempat tjuan, saya kaget karena tiba-tiba Rudi datang dan bertanya. Rifa wismanya dimana? Saya yang baru bangun tiba-tiba ditanya wismanya dimana dan saya pun masih oleng, ternyata wisma yang di ditempati tidak jauh dari bus yg ditempati berhenti, dan lucunya di dekat bus ada sawah yang di penuhi air, saya pun bilang ini baru bundaran Makale.
Semua tertawa, dan bilang eh Rifa itu sawah bukan bundaran Makale. Saya pun tertawa lepas. Ini mi dibilang sotta-sotta berhadiah. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kewisma, sampai disana kita jalan menuju wisma karena bus tidak bisa masuk karena jalanannya yang sempit.
Sampai di Irama kami pun membagi kamar stiap kamar di isi 4 orang. Nah saya Eka, Gita, Ana bergegas menuju lantai dua yang di mana kamar kami berada di lantai 2 no. 203, pas kami membuka kamar. Wah kamarnya luas wcnya juga luas. Kami semua bergegas mengganti baju lalu tidur.jam 6:00 kita semua siap” menuju tempat wisata, semua sudah terlihat cantik dan gagah, apalagi pak suf dosen kami yang begitu kece stylenya mengalahkan  teman-teman cowok. Kemudian kami semua lanjut sarapan dan breafing, setelah itu kami lanjut perjalan ke burake(patung yesus). Disinilah kami berjuang untuk menaiki tangga yang begitu banyak. Sampai di puncak burake MasyaAllah pemandangannya sangat indah.
     
Setelah keburake, kami melanjutkan ke wisata ke 2 yaitu lemo yaitu perkuburan melekat di dinding tebing bukit tinggi dan di pahat dengan sabarnya Selama ber bulan bulan. Sampai di lemo saya dan teman teman menuju ke kuburan tidak terlalu banyak kuburan disana karna hanya orang-orang terpenting yg di makamkan disana. Setelah itu kami lanjut perjalanan kewisata ke 3 yaitu londa. Londa adalah alah satu objek wisata yang ada di tanah toraja.londa sendiri adalah objek wisata tempat pemakaman goa yang beraa disebuah ukit, didalamnya berisi peti mati, tulang dan tengkorak jenazah yang sudah berumur ratusan tahun. Saat saya dan teman-teman memasuki gowa londa yang begitu gelap dan dipenuhi peti mati, saya merasa takut karna ini pertama kali saya melihat tengkorak jenazah asli.
     
Setelah kami mengelilingi goa londa, kami melanjutkan perjalanan ke wisata ke 4 yaitu ke’te kesu. Ke’te kesu adalah salah satu wisata yg banyak di kunjungi oleh masyarakat luar karna diwisata ini terdapat banyak rumah-rumah adat tanah toraja Saya dan teman-teman melakukan sesi foto.
             
Setelah semua teman-teman sibuk foto-foto, saya laits, fatul, endy, ryan, wahyu dan wawan, menuju ke istana kerbau.
             
Setelah itu kami lanjut ke peternakan babi. Dan kembali kewisma. Keesokan harinya kita lanjut perjalanan pulang ke Makassar tapi kami singgah di bundaran makale dan gunung nona enrekang. Dan lanjut perjalanan menuju kota Makassar.

Komentar